Sensor Sensor Yang Dibutuhkan Dalam Smart Farming ( Pertanian Cerdas ).

Smart Farming atau Pertanian Cerdas adalah pertanian dengan memanfaatkan IoT ( Internet Of Things ) dimana bukan saja manusia, data atau informasi yang dihubungkan, tetapi juga alat alat pertanian yang dihubungkan sehingga mampu untuk menekan biaya dan meningkatkan laba.

Dalam smart faming dikenal pula pertanian presisi yang mendasari smart farming, pertanian presisi adalah konsep pertanian menggunakan pendekatan sistem untuk menuju pertanian yang rendah pemasukan (low-input) yang dapat menekan biaya ( cost reduction ), efisiensi tinggi, dan pertanian berkelanjutan (Shibusawa, 1998). Definisi lain menyebutkan bahwa, Pertanian presisi adalah sistem pertanian yang mengoptimalkan penggunaan sumberdaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan juga mengurangi dampak terhadap lingkungan. Konsep yang diperhatikan diantaranya dengan pendekatan sistem yang memperhatikan Input, Proses, Output.



Dalam IoT ( Internet Of Things ) pertanian, tentu tak lepas dari adanya software, brainware, hardware yang diantaranya adalah sensor. Lalu sensor apakah yang dibutuhkan dalam smart farming?..

Yang pertama adalah GPS yang merupakan global positioning system yang akan menggerakan dan menganalisa lahan pertanian, tracking atau mencari keberadaan peralatan pertanian dan lain lain.

Yang kedua adalah tanah ( soil ) dan kondisi lingkungan ( environment ), sensor ini dapat mengamati hal hal sebagai berikut: PH, Electrical Conductivity (EC), Kadar lengas tanah, dll. Untuk lingkungan, beberapa pengamatan diantaranya Temperatur, Humidity, Solar radiasi, CO2, Gas lain, dan juga penerapan di perairan misalnya DO (dissolved oxygen), BOD, dan lain lain.

Yang ketiga adalah tanaman dan crop sensor, sensor ini digunakan untuk mengamati tanaman, baik pertumbuhan, atau perilaku perilaku tanaman lainnya.



 

Yang Ke empat adalah sensor hasil panen dan kualitas hasil panen, kapan buah dapat dipanen dapat dilihat dari sensor ini, dan sekaligus mensortasi hasil panen sehingga panen tidak lagi mensortasi yang menambah biaya dan lain lain.

Sensor sensor tersebut di atas yang dibutuhkan dalam smart farming ( pertanian cerdas ). Dengan sensor tersebut akan mengirim data ke server dan selanjutnya diolah menjadi informasi, dan informasi tersebut yang akan digunakan untuk mengambil keputusan pertanian atau menggerakan alat pertanian secara otomatis. Sebagai contoh irigasi yang digerakan oleh sensor kelembaban tanah. @biizaafarm.

Bantu bagikan jika bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.