Jaringan Irigasi Pertanian dan Pedoman Teknis Rehabilitasi Jaringan Irigasi

Jaringan Irigasi Pertanian merupakan hal yang sangat penting dalam pertanian, oleh sebab itu pemerintah memberikan pedoman teknis rehabilitasi jaringan pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.

Pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa: bendungan, bendung, saluran primer, saluran sekunder, boks bagi, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani. Tidak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi yang ada, sehingga mengakibatkan efisiensi dan efektifitas irigasi menurun.




 

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian membantu petani pemakai air dan masyarakat petani yang belum dapat menjalankan tanggung jawabnya dalam hal pengelolaan irigasi melalui Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi.

Adapun maksud, tujuan dan target dari Rehabilitasi Jaringan Irigasi adalah sebagai berikut:

1. Maksud :

Melakukan perbaikan/penyempurnaan dan/atau peningkatan fungsi jaringan irigasi untuk mengembalikan/meningkatkan fungsi dan layanan irigasi sehingga diharapkan mampu menambah luas areal tanam dan/atau dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP).

2. Tujuan :

a. Meningkatkan kondisi infrastruktur jaringan sehingga mampu meningkatkan fungsi layanan irigasi.

b. Meningkatkan luas areal tanam dan/atau indeks pertanaman.

c. Meningkatkan partisipasi P3A/GP3A/Poktan/Gapoktan dalam pengelolaan jaringan irigasi.

3. Sasaran :

a. Terehabilitasi dan/atau meningkatnya fungsi jaringan irigasi (tersier).

b. Meningkatnya luas areal tanam dan/atau indeks pertanaman pada jaringan yang dilakukan rehabilitasi.

c. Meningkatnya partisipasi P3A/GP3A/Poktan/Gapoktan dalam pengelolaan jaringan irigasi.

Dengan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut diharapkan akan meningkatnya Indek Pertanaman dan meningkatnya partisipasi masyarakat, dan tentunya meningkatkan pula kesejahteraan petani.



Biizaa berharap ke depan selain jaringan irigasi juga di dukung dengan sistem informasi dan komunikasi irigasi, sehingga baik pemerintah sebagai pengambil kebijakan publik serta petani mampu mengukur dan mencapai target pertanian, karena data dan informasi pengairan sangat dibutuhka untuk mengambil keputusan baik di lingkup petani maupun dalam kebijakan publik.

Tentang Pedoman Teknis Rehabilitas Pertanian, bisa di download Peraturan Menteri Pertanian NOMOR 02.2/Kpts/SR.120/B/01/2019 TENTANG PEDOMAN TEKNIS REHABILITASI JARINGAN IRIGASI TAHUN ANGGARAN 2019.

Bantu bagikan jika bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.